Program Sarjana (S1)

Belajar di Program S1  JPP

Perubahan yang mendasar telah terjadi dalam tata pemerintahan di Indonesia dan juga di level global. Seiring dengan derasnya arus globalisasi, pengelolaan tata pemerintahan tidak lagi menitikberatkan pada pemerintah (government) sebagai satu-satunya aktor. Tata kelola pemerintahan kini bergerak dalam logika governance, yang menekankan pada proses dan interaksi antar aktor dalam mengelola urusan publik. Tentu ini mengandaikan adanya harmoni dan sinergi di antara aktor-aktor seperti pemerintah, masyarakat sipil dan masyarakat ekonomi.

Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP) Universitas Gadjah Mada, sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi terdepan dan tertua dalam kajian Ilmu Politik dan Pemerintahan di Indonesia,  telah berusaha merespon perubahan besar tersebut. Respon tersebut dilakukan jalan melakukan perubahan kurikulum untuk meningkatkan kualitas pengajaran sekaligus meningkatkan kompetensi lulusannya. Pengembangan kurikulum ini juga didasarkan pada upaya menyeimbangkan dimensi teoritik dan praktik serta dimensi universal dan kontekstual.

JPP juga telah merespon tuntutan publik terhadap peningkatan kualitas mahasiswa dengan meningkatkan penyediaan sarana penunjang pendidikan.

Ruang Lingkup Studi Pemerintahan

Selama ini studi pemerintahan ditempatkan sebagai bagian dari ilmu politik, sehingga metode dan pendekatan yang ada diadopsi dari ilmu politik. Lalu apa yang membedakan studi pemerintahan dengan studi yang lain dalam ilmu politik. Karena bagian dari ilmu politik yang berintikan pada kajian fenomena kekuasaan maka studi pemerintahan memusatkan perhatian untuk mengkaji fenomena kekuasaan dalam berbagai ranah publik. Pengkajian fenomena kekuasaan dalam ranah publik ini sekaligus membedakan kajian pemerintahan dengan kajian ilmu politik lainnya yang mendalami fenomena kekuasaan dalam ranah privat. Sedangkan yang membedakan dengan studi-studi lainnya, misalnya administrasi negara dan hubungan internasional, adalah pada scope of power dan domain of powers. Oleh karena itu secara generik ada tiga bentuk perbedaan starting points dalam melakukan penelaahan fenomena kekuasaan dalam wilayah publik:

1.      Mengkaji kekuasaan dari sisi aktor yang terlibat baik penyandang maupun sasaran kekuasaan. Dari sisi aktor, hal ini tidak identik dengan institusi formal kekuasaan semata melainkan juga aktor-aktor non-formal. Kalau dulu kajiannya hanya pada pemerintah (government), maka studi pemerintahan kontemporer juga melibatkan aktor-aktor non pemerintah.

2.      Mengkaji kekuasaan dari sisi interaksi-interaksi kekuasaan yang terjadi serta proses-prosesnya. Hal ini disebut governing.

3.      Mengkaji kekuasaan dari sisi norma dan nilai yang menggerakkan proses serta interaksi kekuasaan maupun nilai yang membentuk institusi/ aktor tersebut. Inilah yang disebut sebagai governance.

Apa Yang Dipelajari di JPP?

Ada  tiga ranah besar yang dipelajari di JPP sebagai turunan dari gagasan tata kepemerintahan yang baru:

  1. Ranah negara. Tujuan dari ranah studi ini adalah mempelajari pencapaian public goods. Di sini akan dipelajari institusi formal penyelenggara kekuasaan, proses penyelenggaraan, serta nilai/norma dalam proses itu.
  2. Ranah masyarakat. Tujuan dari ranah studi ini adalah mempelajari pencapaian collective goods. Dalam ranah ini dipelajari beberapa hal: institusi-institusi non state, proses governing dari aktor-aktor non-state serta nilai-nilai dan norma-normanya.
  3. Ranah intermediary. Ranah ini mempelajari irisan antara negara dan masyarakat. Fokusnya mempelajari kaitan pencapaian public goods, collective goods bahkan dalam beberapa hal juga private goods. Di sini akan dipelajari persoalan-persoalan yang terkait dengan partai politik, pemilu, lembaga perwakilan, media massa, dsb.

Staf Pengajar

Hingga saat ini, tenaga pengajar tetap di JPP berjumlah 20 orang, 2 orang diantaranya adalah dosen luar biasa yaitu pensiunan dosen yang masih diperbantukan. Sebagian besar staf pengajar di JPP dididik di berbagai universitas-universitas terkemuka di berbagai belahan dunia seperti Inggris, Amerika, Australia, Kanada, Belanda, Jepang, Filipina, dan Norwegia, Jerman. Selain dosen tetap, JPP juga mengundang beberapa dosen tamu yang berasal dari praktisi LSM, Partai Politik, Birokrat, Pengusaha, dll.

Fasilitas

Mahasiswa yang kuliah di JPP bisa menikmati beberapa fasilitas yang ada. Mulai dari ruang kuliah ber-AC yang dilengkapi dengan komputer dan LCD, mahasiswa juga bisa memanfaatkan perpustakaan Fisipol dan akses jurnal internasional secara gratis. Selain itu fasilitas perpustakaan jurusan juga telah dilengkapi berbagai buku berkualitas, baik lokal maupun internasional.

Kompetensi

Sesuai dengan keluasan bidang kajian ilmunya, prospek karir alumnus JPP juga luas. Bisa dicatat bahwa alumni JPP banyak yang terjun menjadi peneliti, pendidik, bekerja pada lembaga-lembaga pemerintahan, aktivis LSM, berkarir di media massa, dan tidak lupa merintis menjadi politisi ulung. Selain itu, tentu tidak tertutup kemungkinan untuk berkarya di luar bidang yang ditekuni di universitas.

Komentar ditutup