Denizenship di Indonesia: Model Kewarganegaraan sebagai Kontestasi dan Hibridisasi

FORTHCOMING

FORTHCOMING[/caption] Penulis: Vegitya Ramadhani Putri Tahun terbit: 2013 (forthcoming) Dimensi: ISBN: Harga: Rp. 45.000,00

Model citizenship di Indonesia adalah hibridasi-oposisional antara nilai-nilai liberal dan komunitarian, sehingga tepat jika disebut sebagai model denizenship. Arena model denizenship di Indonesia dikatakan berlangsung dalam logic-framework perumus kebijakan public, dan lebih spesifik lagi pada arena poitik “subsidi energi”. Berdasarkan pelacakan, ditemukan bahwa bekerjanya structural adjustment program – yang berkorelasi terhadap pengetatan APBN dan reduksi subsidi – dapat dijadikan bukti bahwa liberalisme menjadi orientasi nalar perumus kebijakan dalam memaknai relasi kuasa antar negara dan warga negara. Nalar liberal bekerja dengan meminimalisir peran negara kepada warga negara, sekaligus mengintegrasikan warga negara kepada pasar global. Privatisasi sektor migas adalah bagian dari paket liberalisasi investasi melalui deregulasi sektor tersebut. Akibatnya, terjadi transformasi posisi energi sebagai komoditas strategis yang merupakan bagian dari amanat UUD 1945. Sumberdaya energi yang didedikasikan bagi ‘hajat hidup orang banyak’ dan ‘harus dikuasai negara’, menjadi komoditas komersil yang diserahkan kepada mekanisme pasar.

Oleh karena itu, Indonesia menghibridasi paradigma liberal dan paradigma komunitarian yang sejatinya keduanya bekerja dengan logika yang saling berkebalikan. Dengan model denizenship – yaitu mempekerjakan dan dipekerjakan oleh regime of knowledge yang saling berkontestasi dan tak terdamaikan, jelaslah causa berbagai polemik dan dilema dalam relasi kuasa antara negara dan warganegara di Indonesia